Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label liyane. Tampilkan semua postingan

Segernya Kolam Renang Penataran (Baper Edisi Terakhir)

Assalamu alaikum Wr Wb
Hai guys jumpa lagi nih dengan kita duo gadis desa yang sibuk traveling Blitar wkwkwkw saking gak ada kerjaan. Kalau sudah musim panas memang seger banget kalau habisin waktu dengan berenang terlebih suhu di Blitar lebih dari 27  akhir-akhir ini. Panas bingit kayak di depan tungku padahal Blitar tuh gak pernah lo panasnya kayak gini ditambah masih musim penghujan.



Hati mba dwi udah gak baper lagi nih gara-gara park bo gum jadi tempat wisata satu ini bisa disebut edisi Baper Park Bo Gum Ending. 

Tersangka kegalauan mbak wik -__-, gambar nyomot dari mbah google ya.....

Sebenarnya kita berdua ini ga bisa berenang tapi mupeng bingit untuk main air. Kolam renang di penataran ini baru saja direnovasi jadi fasilitasnya gak kalah sama sumber udel. Tiketnya juga murah cuman lima ribu doang per orang dan dijamin bereang sepuasnya tanpa di jam jamin.




Ada lebih dari 3 kolam renang yang dibangun di sini satu diantaranya memiliki kedalaman lebih dari 2 meter dan sisanya kurang dari dari 2 meter. Ada wahana air seperti perosotan,air mancur atau bak tumpah raksasa yang selalu menarik anak-anak untuk segera turun ke kolam renang. Kami kira sih bakalan sepi sebab hari sabtu kan sayangnya malah kebalikannya. Kolam renang ini dibuka dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap harinya.





Lokasinya tepat bersebelahan dengan musium penataran yang beralamatkan di Jl. Raya Penataran, Penataran, Nglegok, Blitar, Jawa Timur. Kira-kira kalau kita nikah bisa jalan-jalan kayak gini lagi gak ya?sampai kapan kami bisa jalan-jalan kayak gini gak ya ? kami berharap traveling bisa terus dilakukan meskipun status kami telah berubah. 





Oke sekian dulu semoga bermanfaat dan lekas buruan ke Blitar!!kalau ada waktu kami bisa tunjukkan tempat seru di Blitar apabila ada waktu. Cukup email kami atau inbox di twitter kami (saran: lebih baik email ke nurdwi.ratnasari@gmail.com / iis.rienka@gmail.com).




Salam duo gadis desa, Wassalamu alaikum Wr Wb. 

Satu Tempat Dua Kejutan “Air Terjun Gua Luweng”

Assalamu alaikum Wr.Wb,
Pagi Blitar, Sabtu ceria untuk hari yang indah bertraveling ria, kali ini dua gadis desa bakalan jalan-jalan ke suatu tempat yang memberi dua kejutan sekaligus yakni air terjun gua luweng. Menurut aye yaitu sipenulis nih tempat wisata satu ini benar-benar bikin mata berbinar-binar dan membuat senyum terus merekah saking indahnya. Air terjun ini terletak di Dusun Prodo, Desa Ngrejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar . Seperti biasa aku dan gadis desa iis meluncur ke tempat perkara dengan motorku sipaijo. Ini pertama kalinya kita travelling lagi setelah kejadian di wedi ombo. Rasanya tuh kalau liat jalan masih kebayang kayak mau ilang tapi Alhamdulillah perjalanan kami ini aman ,nyaman dan tentram.



Pengunjungnya sih lumayan banyak tapi kayaknya lebih banyak di air terjun kedung malang mungkin karena belum banyak orang yang tahu padahal air terjun dan gua luweng ini gak kalah dengan tempat lainnya. Rute menuju tempat ini pun tidak begitu sulit buktinya kami yang cewek-cewek dengan motor matic bisa sampai ke tempat ini. Rute yang bisa kalian ambil adalah Blitar – Kademangan – terus ada perempatan ambil rute yang ke gua embultuk-ikuti jalur monument trisula ya- ada spanduk jurug gua luweng pilihlah jalan itu.



Air terjun ini bukan sembarang air terjun biasa karena terdapat gua luweng di satu lokasi yang sama. So kalian bisa menikmati dua tempat wisata dalam satu tempat. Masalah tiket gak usah khawatir cuman bayar 2.000 perak kawan dan disekitar banyak ibu-ibu jualan jajan atau mie instan buat kalian kalau lagi keroncongan. Tempatnya bersih dan jangan khawatir untuk keselamatan karena tempat wisata satu ini sudah dirawat dengan baik  oleh warga sekitar so kalian akan menemukan pegangan besi dan tangga yang dibuat dari semen tertata apik saat memasuki gua luweng ataupun air terjun luweng.


Seperti halnya air terjun di blitar yang bertingkat-tingkat, tempat wisata inipun seperti itu dengan air kolamnya yang berwarna hijau dan batu putih yang mengelilingi air terjun. Ada banyak tali disertai undakan untuk keselamatan pengunjung yang dipasang warga sekitar. Di dalam gua juga terdapat stalaktit dan uniknya dari gua ini adalah lubang besar yang menganga di tengah gua dengan air yang mengucur dari lubang besar itu. Gua nya sendiri hanya memiliki kedalaman 50 meter jadi gak usah khawatir capek untuk menyusuri gua ini.
Kalau boleh dibilang sih pemandangannya daebak and cozy banget pasalnya disetiap tingkatan air terjun diletakan kursi panjang untuk duduk-duduk sambil menikmati derasnya air terjun dan tidak lupa ada tempat sampah yang jarang banget kalo kami lagi jalan-jalan disediakan di tempat wisata alam kayak gini.




Kali ini yang nulis gak bakal banyak cerita cukup pembuktian dari foto yang kami posting aja ya . selamat menikmati salam gadis desa.
Wassalamu alaikum Wr.Wb 









INI BUKAN TRISULA


Wah lama gak nulis blog ya , sorry dory strawberry kita baru aja ilang di salah satu objek wisata yang mau kita kunjungi namun untungnya kita bisa balik dan nulis blog lagi. Obyek wisata ini harusnya udah dipost sejak dahulu kala namun ya itu tadi kita masih trauma jadi lupa untuk ngeblok. Salam dulu kali ya!!.


 Assalamu alaikum Wr. Wb
Dipagi yang ceria didampingi si gadis desa dan tidak lupa paijo motor kesayangan buat traveling, setelah  berkunjung ke air terjun kedung malang seusai koceh alias main air mampirlah kita ke monument Trisula. Ini bukan trisula dewa  Siwa tapi trisula milik blitar yakni salah satu tempat wisata yang dimiliki blitar tepatnya wisata sejarah berupa monumen.
Oke kita jelasin dulu asal usul monumen ini dulu ya tapi maaf  kita  comot  dari id.wikipedia.org 
Monumen Tugu Trisula dibentuk dan diresmikan pada tanggal 18 Desember 1972 oleh Deputy Kasad Bapak Letjen TNI Mochamad Jasin di daerah Blitar, Jawa Timur tepatnya di Desa Bakung KecamatanBakung Kabupaten Blitar Selatan.Di bangun  untuk memperingati dan mengenang tragedi pemberantasan PKI didaerah Blitar .
Pada tahun 1968 adalah sejarah yang sangat heroik Blitar tepatnya di Desa Bakung terjadi aksi penumpasan sisa-sisa gerombolan PKI yang melarikan diri ke daerah Blitar selatan. Pasukan Brigif linud yang dipimpin oleh Kolonel Inf Witarmin bersama sama rakyat Blitar yang masih setia terhadap Pancasila saling bahu membahu dan bekerjasama untuk menumpas aksi pemberontakan PKI di Blitar Selatan”.



Jaraknya dari pusat kota blitar ya lumayan jauh lah sekitar 40 km dari kota Blitar kalau dari rumah kita ya masi tambah jauh lagi. Bangunannya hanya terdiri dari sebuah rumah dengan atap rendah dan bangunan yang menyerupai rangka kapal laut dengan patung tentara dipuncak bangunan. Dari atas kalian akan melihat pemandangan desa Bakung tempat monument ini dibangun.
Pepohonan yang menjulang seperti pohon kelapa yang melambai-lambai ingin diminum degannya hahahahha serta pemandangan rumah penduduk dan aktivitas penghuninya. Tinggi bangunan ini gak tahu mungkin 5 meter mungkin ya.
Tiket masuk tentu saja gratis gak ada yang jaga waktu kami kesana tempat parkir aja gak bayar mana luas banget. Halamannya sih bersih monumennya banyak coretan tak bertanggung jawab dari pengunjung yang dulu pernah kesini. Ya ampun kayaknya mereka duu gak bisa bedain antara buku sama tembok.




Kami cuman sebentar sih disana karena udah siang belum sholat juga padahal dekat situ ada mushola alasan aja ya hihihi capeklah kita main-main di air terjun. Harusnya waktu ke trisula bawa bekal piknik enak ni gelar tikar di bawah pohon seri deketnya monument, serasa musim bunga seri hihihihi.
 Kalian yang mau kesini bawalah kendaraan sendiri atau sewa aja kendaraan karena tidak ada angkot atau bis. Umumnya daerah Blitar yang bagus  seperti ini alias daerah pegunungan tidak ada transportasi umum.


Well itu tadi petualangan kita ke monumen bersejarah trisula sebagai warga Indonesia yang baik dan berbudi patutnya kita menjaga apa yang telah diwariskan kepada kita. Bagimu mungkin bukan apa-apa tapi bagi orang lain itu hal yang berharga dan perlu diketahui anak cucu kita.
Jangan berhenti berpetualang karena hidup Cuma sekali, salam petualangan salam gadis desa

Wassalamu alaikum Wr.Wb

Selayang Pandang Gardu Kampung Anyar


Sudah pernah dibilang kan kalau pemandangan dari ketinggian itu indah, yap!! kami juga menyadarinya ketika pergi ke tempat ini. Anginnya yang sepoi dan hamparan pohon berjejer dengan bentangan lagit yang mengharu biru membawa nuansa ketenangan


Assalamu alaikum Wr.Wb welcome to Gardu Kampung Anyar
Di sabtu pagi yang ceria setelah lama menghayati telaga pacuh kami bergegas menuju Gardu Kampong Anyar  yang letaknya dipinggiran utara Kota Blitar tepatnya di daerah Kampung Anyar desa Sumberasri Kec.Nglegok. Jalan menuju kesana awalnya nyaman dan masih bisa kami lewati dengan aman bahkan kami juga menyaksikan keindahan alam berupa gunung Kelud yang terlihat jelas ketika memasuki daerah kampung anyar. Sebut saja tindakan kami ini ndeso tapi mau dikata apa memang menurut kami daerah ini indah bahkan sebelum sampai di Gardu Kampung Anyarnya.

 Ketika kami telah sampai dibawah kaki gardu (begitu kami menyebutnya) jalannya tidak beraspal ataupun bermakadam tapi ya itu bertanah dan berbatu jadi motor harus dipacu naik seakan mengitari bukit. Kalau lewat sini tidak bisa naik mobil harus naik kendaraan roda dua karena sempit. Awalnya aku oke aja ditambah gadis desa si Iis tuh yang aku bonceng, kalau dia mah mana mau bonceng aku kalau tahu jalannya kayak gitu karena belum punya SIM alias belum cukup umur ya dek.

Kalau pas menuju gardunya sih masih aku telorir ditambah dikanan kiri banyak pemandangan bagus berupa perkebunan desa Gambar jadi kalau diliat dari foto kami yang diupload kalau menurut kalian hasilnya biasa saja sebenarnya itu salah besar karena kesalahan bukan karena mata kalian tapi dari kamera handpond aye yang memang cuman 5 mega pixel yang gak mampu nangkap pemandangan jarak jauh makanya beliin dunk wkwkwwk.


Sampai di depan gardu kami disambut sigardu ukuran sedang bertengger diatas bukit, kenapa aku sebut sedang karena ukurannya lebih besar dari gardu atau gubuk yang ada disawah-sawah tapi lebih kecil dari pendopo di alun-alun. Disana ada penjaganya seorang bapak-bapak namun kami tidak dikenakan tiket masuk alias gratis untuk celingak celinguk atau sekedar narsis-narsisan. Tidak ada pedagang ataupun tukang parkir yang biasanya muncul di kawasan wisata, yang ada hanya kesunyian, kicauan burung dan alam yang kami nikmatin saat ini. Beberapa kursi diletakan di dekat gardu, aku rasa peletakannya sangat bagus dan tahu mengenai posisi narsis yang eunak dan apik untuk melihat pemandangan yang disajikan oleh si Gardu Kampung Anyar ini. 


Tower atau Gardu ini dahulunya dibuat untuk gardu pantau keamanan di area Perkebunan.  Dari ketinggian ini kita bisa melihat perkebunan cengkeh, kopi, cokelat, tebu menghampar luas yang tak enak jika tidak diabadikan. Tidak ada kata yang bisa terungkap dan keluar dari mulut kami selain “indah” memang tempat yang tidak bisa dibandingkan dari apapun adalah ciptaan Allah SWT. 



Setelah jepret sana sini dengan si gerombolan anak-anak ini kami pun bergegas pulang maklum hari semakin mendekati ashar sedangkan kami juga butuh sholat dhuhur, terlebih deket gardu gak ada mushola, mau sholat disitu kamar mandinya kotor dan membuat buluk kuduk saling bersitegang dan mengerutkan alis tanda gak yakin bener sehingga diputuskan untuk berpulang. Berpulang? Perlu dikoreksi nih pulang ke rumah maksudnya, jadilah rombongan ibu-ibu arisan muda ini turun bukit.

Awalnya aku nyalakan mesin tapi liat yang lain mesinnya pada dimatiin ya ngikut dunk dimatikan, gak tahunya  jalan yang naik tadi waktu pulang terasa kayak roller coaster  waktu turunnya untungnya si paijo ini alias motor ijoku punya rem agak cakram jadi waktu turunnya bisa dikendalikan namun sayang ban motor licin sehingga kadang-kadang agak tergelincir juga namun syukur alhamdulilah gak sampai jatuh. 





Turunnya bagai bola menggelinding begitu saja wah-wah untung masih bisa aku hadapi. Kami juga tidak langsung pulang ke rumah mampir ke tempatnya risa buat makan siang, temenku satu ini emang baik banget abis kita lebih sering ngrepotin dia, diajak makan pisan senengnya punya temen baik gini. Terima kasih ya risa cantik dan dewi juga satu lagi si Ria yang mau nunjukin jalan serta tidak ketinggalan sinarsis baru selain dewi yang ku kenal eang ratunya narsis si asfi semoga jalan-jalannya menyenangkan hati kalian. Terima kasih juga udah mau disusahkan sama kita-kita.

Akhir kata salam gadis desa, Wassalamu’ alaikum Wr. Wb

GREEN! GREEN! TELAGA PACUH

Assalamu alaikum Wr Wb para ndeso traveller
Finally, Saturday coming! Hari yang menyenangkan telah tiba dimana aku dan gadis desa bisa keluyuran kemanapun yang kami inginkan dan gak mikirin kerjaan kantor yang  segunung dan gak tahu kapan selesainya, pokoknya hari sabtu adalah hari paling membahagiakan batin dan fisik. 


Oke di pagi yang cerah ini kita bakal ngajak kalian ngeliat yang ijo-ijo eits yang ijo ini bukan duit ya tapi suatu tempat seperti judulnya tempat wisata kita hari ini berbau air. Biasanya kan cuman kita berdua dan tuan rumah tempat wisata yang kita ajak buat travelling namun hari ini ternyata yang mau ikut jalan-jalan buanyak  dan kebanyakan suka selfie mania ampe geleng-geleng  liatnya.

Jam 8 pagi aku menuju rumah si gadis desa Iis, disana sambil liat udah dieditin belum gambar si pegat wisata srengat yang kami kunjungi bulan lalu dan ternyata belum (so sad) padahal aku udah pengen banget liat editin gadis desa satu ini (kebanyakan foto memang diedit si Iis abis bagus ketimbang punyaku jadinya editing menjadi ritual wajib dia).

Tak berapa lama muncullah satu makhluk kalem yang aku kenal bernama asfi. Perawakannya sih kayaknya tipe gadis kalem abis jarang ngomong meski kita udah beberapa kali ketemuan. Setelah persiapan dandan selesai kami meluncur ke rumah temanku SMK jaman duyu Risa yang rumahnya ada di daerah ngoran kecamatan nglegok. Yap!! lewat dia kita akan menuju telaga pacuh, so kita go greeng kesana.
“hari ini kita kemana to mbak wi?”Tanya dewi sinarsis
“lah kamu gak tahu tapi ikut mulu, hari ini kita ke telaga pacuh tapi bentar”potongku lalu memandang Risa yang sibuk pakai jilbab,”risa aku mau Tanya kamu tahu tower kampung anyar?”
“kampong anyar kayaknya temenku ada yang tahu si ria, kita ngajak dia aja buat nunjukkin jalan”jawab risa

 Setelah cerawas ceriwis endingnya jam 10 kita mangkat ditambah satu makhluk yang aku kenal super narsis bernama dewi. Weleh-weleh asal kalian tahu ya sidewi ini  cinta banget kamera bisa-bisa isi gambar blog gambarnya dia aja hahahahah

Nah dari perbincangan diatas akhirnya hari indah ini kita ke dua tempat yakni telaga pacuh dan tower gardu kampong anyar  dengan ditambah satu personil si ria yang ternyata adik kelasku. Bermotoran layaknya rombongan ibu-ibu mau kemane gitu, kita berenam cabut ke telaga pacuh yang terletak di Desa Panataran, Nglegok, Kabupaten Blitar yang juga merupakan sebuah kawasan konservasi air di utara Penataran. Tempatnya tidak jauh dengan penataran paling cuman beberapa kilometer saja dan untuk tiket masuknya murah bingit cuman Rp. 3000 termasuk parkir.

Memang yang murah dan gratis itu menyenangkan hati dan kantong. Oh ya aku sampai lupa bilang ternyata kami berenam belum pernah ke tempat ini tapi yang lebih syok faktanya risa, dewi dan ria yang rumahnya dekat dengan telaga pacuh juga belum pernah kesini weleh-weleh kayaknya bakalan banyak narsisnya kalau belum pernah berkunjung nih


 Green! Green! kanan kiri semuanya green indahnya mana sepi lagi karena hari sabtu  jadi yang datang cuman dikit tapi kalau hari minggu ya jangan tanyalah bludak pak bro bu bro. Sebelum melihat penampakan si telaga kita disuguhin pemandangan sekitar yang dikelilingi pohon  karet bolu raksasa yang terlihat hidup damai di telaga ini selama berpuluh-puluh tahun. Tempat ini luasnya sekitar 5 hektaran  dengan fasilitas pendukung seperti beberapa gazebo yang dibangun disekitar telaga, toilet dan  taman. Ada juga yang mancing disini mungkin juga banyak ikan di telaganya.


Seperti biasa kalau gadis desa dan aku ke tempat wisata kita bakalan foto spotnya dulu tapi kali ini karena kita bersama rombongan narsis jadi kita menjadi fotografer mereka dulu dan yang aku bikin syok adalah asfi yang kalem ternyata narsisnya luar biasa bisa disejajarkan dengan dewi ya ampun!!. Aku lega ada yang kalem disini yakni ria jadi kalau mau difoto cuman sekali dua kali. 


Dari telaga ini kita bisa melihat kedamaian dengan udara segar menusuk relung badan serta anginnya yang sepoi-sepoi mengayunkan dedaunan bergerak kesana kesini ah enaknya . Ada beberapa tangga yang dibangun ditepian telaga sehingga bisa lebih dekat dengan air di telaga. Kalau mau kesini bawa motor atau mobil ya kalau naik transportasi umum sorry aja kagak bisa karena bukan jalurnya.

Dideket telaga disediakan taman dengan rumput hijau bak karpet yang bikin ngiler kalau gak ditidurin dan dibangun juga jembatan bambo disalah satu sudutnya. Pohon-pohon yang ditanam dan tinggi besar membuat suasana meneduhkan hati ditambah lingkungannya yang bersih sehingga buat pengunjungnya betah berlama-lama disini meskipun tidak ada yang berjualan disekitar telaga namun kita cukup kenyang liat yang ijo-ijo gini. 

So lekaslah kesana terlebih jika kalian orang Blitar , gak usah banyak mikir and enjoy your travelling. Salam gadis desa, Dwi & Iis