Assalamu alaikum
Salam dua gadis desa
Saya tahu bekerja merupakan kegiatan yang tidak begitu
menyenangkan namun untuk menyiasati kebosanan dalam bekerja traveling adalah
solusinya. Kini iis bekerja untuk saya udah hampir satu tahun sebagai
freelancer semoga kedepannya bisa terus berkembang. Karena beberapa hari ini
kita sibuk banget ngurus rekonsiliasi banknya perusahaan singapura maka
beberapa minggu lalu kita keluar untuk mencari Susana pantai yang menyegarkan
otak.
Pantai gemuling memang pilihan yang tepat meski gak sengaja
berencana ke pantai ini. Sebelumnya kami merencanakan bakal trip ke banteng
mati tapi penduduk sekitar berpesan bahwa jalannya sulit dilalui karena hujan.
Ending cerita kami trip di pantai gemuling yang terletak di pesisir barat
tambak rejo. Kalo dirunut menurut geografisnya berada di Desa Tambakrejo, Kec. Wonotirto, Blitar Selatan.
Karakter
pantai ini byuh bersih men sangat jernih saking bersihnya pantai gondo mayit
dan tambak rejo yang berada disebelah timur lewat. Sayangnya bau pantai ini
agak amis mungkin karena banyak ikan kali ya. Selain itu banyak karang dan
terdapat goa gemuling didekat pantai. Disisi timur pantai pasirnya begitu halus
dan dipisah oleh aliran sungai antara dermaga dan pantai gemuling.
Kalo
pengen ke pantai gemuling lihat sikon juga karena kalo pasang kita gak bisa
kesana. Waktu itu kami kesana jam 12 airnya lumayan tinggi sepaha. Agak siang
airnya mulai surut dan bisa kita lewati lalu kami makan dekat karang disana.
Pantainya
beda banget dengan pantai yang pernah kami kunjungi sebab landau banget seakan
bukan pantai blitar yang terkenal dengan ombak yang besar. anda juga bisa
melihat ikan kecil yang berada didekat bebatuan dibibir pantai.
Yang
datang ke tempat ini juga sedikit banget padahal pesonanya telah menggulingkan
keindahan pantai-pantai disebelahnya. Disekitar pantai juga tidak ada yang
berjualan jadi kalau lagi pengen ngemil atau makan kita harus ke warung yang
berada didekat pantai tambak rejo.
Seru
dah pokoknya disini kalau engen nyari ketenangan dan mendengarkan ombak,
gemuling gak ada tandingannya. Semoga kedepannya kami bisa traveling lagi ke
tempat-tempat yang memiliki keindahan seperti gemuling.
Sedikit tambahan ni....
Kemaren kita traveling bulan Februari pantainya masih kelihatan kayak dibawah ini
Pas bulan Maret kita lihat kondisi pantainya udah beda. Batu rapi disebelah pantai Gemuling yang semula tersusun horizontal jadi vertikal membelah laut, alhasil air di pantai gemuling jadi naik kayak gini
 |
| Ini dia si batu........ |
Foto diatas diambil bulan Maret dijam yang sama.....
Sekian dulu ye pamer jalan-jalannya dari kami
Salam
gadis desa
Wasalamu
alaikum Wr.Wb
Adakalanya bosan itu mendera, melakukan pekerjaan yang sama dan kesibukan yang sama setiap harinya. Mungkin perasaan seperti itu yang dirasakan kira yang merupakan salah satu tokoh deathnote. Untungnya kami tidak sampai membunuh orang seperti kira yang mempergunakan deathnote untuk merubah dunia sebab kami adalah para petualang yang haus akan petualangan dan menemukan hal-hal baru dalam hidup kami.
Salam sejahtera di tahun yang baru!2016!! assalamu alaikum
Setiap waktu adalah hal yang paling berharga yang kita temui di sepanjang kehidupan kita dimulai dari keluarga hingga teman-teman. 2015 telah menjadi awal lahirnya ndeso traveller dan kini di tahun 2016 kami ingin memiliki banyak cerita yang lebih dalam dan menggenggam impian yang lebih besar lagi. Kali ini bukan hanya iis si gadis desa dan partnernya dwi tapi ditambah lagi si nurchalimah atau lim-lim yang baru balik dari Kalimantan akan berbagai cerita dan mimpinya untuk blog kami dan menginspirasi kalian semua dan kami sendiri.
Di hari pertama 2016 kami bertiga ditemani sahabat gadis desa bernama septi atau dipanggil juga dengan icun pergi mendatangi pantai Pasetran gondo mayit yang letaknya bersebelahan dengan pantai tambak rejo. Tepatnya pantai ini terletak di desa Tambak Rejo Kecamatan Wonotirto.

Sayang banget waktu kesana ada orkes yang dielenggarakan pantai tambak rejo jadi tiket melambung tinggi hingga menembus angka Rp.10.000 per orang untuk memasuki kawasan wisata satu ini. Cuacanya juga panas banget padahal masih jam 10 pagi sampai kulit kami terbakar panas cahaya matahari. Bisa dibilng seperti panasnya api neraka terlebih untuk ke pantai peantren gondo mayit perlu menuruni beberapa bukit yang lumayan buat olahraga. Banyak juga toko yang jual minuman dan ikan segar atau kalian bisa saja menaiki kapal milik nelayan dan mengarungi dalamnya lautan seperti yang dilakukan si gadis ddesa iis dan icun. Murah kok cuman Rp.10.000 per orang saja tapi sensasinya cukup menyenangkan dan memacu adrenalin anda semua.

Batuan karang terhampar dengan bebas di pantai gondo mayit yang membuat pengunjungnya terasa ingin berselfie ria diatas bebatuannya. Kami pikir spot seperti ini sangat cocok banget untuk pra wedding jadi kami praktikan dululah. Sayangnya pendamping pria belum ditemukan padahal tempat pra wedding udah ok bingits.
Sayang banget banyak sampah juga berserakan di tempat ini yah begitulah nasibnya bila tidak disediaan tempat sampah yang cukup dan kesadaran pengunjung atas masalah ini. Ombak di sekitar pantai ini memang besar tapi jernihnya air memanggil untuk diselami tentu saja kami pun juga tak mau kalah.
Pasir putihnya dan ombak yang begitu besar menggulung membuat kami serasa takjub dan cukup bahagia memandang ciptaan Tuhan yang tak terkalahkan indahnya tersebut. kami bersyukur dapat menikmati keelokan pantai ini bersama dengan kawan-kawan kami hari ini.
Terima kasih kepada Allah sebagai sponsor dan creator yang selalu kami kagumi ketika kami traveling dan penjaga bagi kami semua setiap perjalanan. Terlebih setelah kami puas menikmati pantai ini kami harus melewati macet sepanjang 1 km padahal kami pulang diwaktu dhuhur. Keselamatan dan kesenangan kami bawa pulang berkat Allah yang tidak pernah melupakan kami.
Buat kalian janganlah membuang sampah sembarangan meski satu
bungkus saja sebab ala mini tidak bisa menjaga dirinya sendiri dan kita
ditunjuk untuk menjaganya. Semoga kalian mendapat kenangan indah di 2016 dan
salam dua gadis desa Wassalamu alaikum Wr.Wb
Assalamu
alaikum Wr.Wb,
Selamat siang semua!! maaf lama gak nongol diblog maklum lagi sibuk . jangan Tanya
lagi sibuk apa karena kita lagi banyak kerjaan
baik yang kantor atau yang dihidden hahaha. Sebenarnya ini trip
bulan oktober lalu yang terganjal banyak
agenda jadi gak sempet ditulis,mian (maaf) . kali ini kita akan bahas sebuah
pantai yang diselimuti pasir hitam terhampar di selatan blitar yang bernama Pantai
Pasur. Aku dan si gadis desa juga gak
sendiri karena kita berdua bawa the ganks yang lama gak ketemu yakni trio
selfie sisca,risa and yeni ditambah satu anak yang lama banget udah kagak
keliatan batang hidungnya karena hijrah ke kalinmantan si nurchalim atau
lim-lim.

Jadi trip ini hanya berisi 6
cewek cantik yang semuanya berhijab eh ada satu ding yang gak berhijab dan kita
doakan aja dia nyusul pakai jilbab, Allahuma Amin Ya Rabb. Naik motor di hari
minggu ceria sungguh menyenangkan hati karena rute awal kita berkunjung dahulu
ke air terjun goa luweng. Kenapa kesini ? karena takutnya kalau ke Pasur
bakalan gagal karena buta rute and info sangat sedikit sekali. Awalnya kami juga bingung and muter-muter
waktu ke pantai pasur namun setelah sholat dhuhur sembari curhat dulu sama Allah akhirnya dapet
deh rute yang benar. Jalannya sebagian aspal sih tapi lubang sana sini dan ada
yang gak beraspal dan kanan kiri banyak ilalang kering imbas kekeringan yang
tak kian berakhir.

Pantai pasur sendiri letaknya di ujung barat Kecamatan Bakung, tepatnya
di Desa Bululawang. Sesampainya di pantai pasur udah kayak anak ilang
saking takjubnya ngeliat deburan ombak yang menghantam bibir pantai. Masya
allah indah cin ditemani dua pohon cemara dan gubuk sederhana menghadap birunya
laut membawa kepenatan yang ada dihati sirna seketika. Maha suci Allah yang
menciptakan seisi bumi yang indah ini. Ah pantai ini juga dijadikan tempat
pertambangan karena pasirnya mengandung besi yang dilakukan hingga tahun 2031.

Cepret sana cepret sini apalagi
ditemani tongsis yang bikin foto tambah eksis terlebih aku dan gadis desa kan
gak punya tongsis ya jadi kayak orang desa gitu bentar-bentar selfie. Trio
selfie aja kalah saingan sama kita berdua. Kalau pantainya sih ya kayak serang tapi yang
bedain itu laguna nya kawan yang bikin jatuh hati pada pandangan pertama. Jadi
kalau kalian berdiri didepan gubuk menghadap pantai belok kananlah maka kalian
akan menemukan laguna yang dangkal mengarah ke pantai pasur. Keren bingit
ditambah airnya yang jernih dan ikan kecil yang bermain di sekitar laguna.


Temen-temenku aja pada ngiri
waktu kita foto di laguna itu dan banyak yang nanya foto dimana padahal yo
deket situ. Kalau kesini bawalah makanan sendiri karena gak ada yang jualan
dideket situ dan ingat buang sampah pada tempatnya kalau gak ada ya kalian bawa
pulang ntar dibuang ditempat sampah. Kita semua kan pinter harusnya pada tahu
dunk mana tempat sampah mana yang bukan terlebih tempat wisata kayak pasur. Nah
sekian dulu deh cerita tentang ngilang di pasur dan rencana depan saya mau
nulis cara bikin e-paspor doakan gak nabrak ma kerjaan lagi , salam hangat dari
dua gadis desa.
Wassalamu
alaikum Wr.Wb
waw Minggu ceria akhirnya libur kantor datang lalu
tutup semua kerjaan, sudah lupakan masalah kantor yang gak selesai itu dan
saatnya petualangan ke negeri cintaku Indonesia. Kali ini kita berdua para
cewek hijaber dua ndeso traveller bakal ke daerah pehpulo, tau tuh daerah mana
rekomendasi dari si iis gadis desa.
Special hari ini sipaijo gk ikut kita pakai motornya iis sihitam manis.
Tujuannya sih kemaren ke pehpulo yang letaknya di daerah wilayah Kecamatan Panggungrejo, tepatnya di Ds.
Sumbersih blitar.
Kalau ke daerah itu lebih deket kalo dari rumahku ketimbang rumahnya iis jadi kali ini si gadis desa ke rumahku.

Dari
lodoyo nanya-nanya ma bapak-ibu setempat nyari kecamatan panggungrejo tuh mana
akhirnya ketemu lalu kita Lewat hutan yang cukup indah sebenernya. rutenya
kayak mau ke pantai serang pas ada ringin pilih yang rutenya pasir putih. Searching2
sih katanya jalannya susah tapi aku gak percaya, kita mah pede aja meski cuman
berdua cewek semua tetep lanjut jalan gak tahunya waktu masuk ke desa atau
kelurahan pehpulo geleng-geleng aku. Jalannya sempit bener dan cuman dicor tapi tetep jalan trus. Klimaksnya ya ini
Kurang
dari 300 meter dari pantai yang kita kira pantai peh pulo kita tiba-tiba jatuh numplek
namun syukurnya jatuh di sawah tebu milik pak salim katanya( sorry ya pak gak
niat jatuh di daerah tanaman bapak <^.^>. Motornya iis sih kecil tapi
lumayan cin ketiban motor buat kakiku lebam semua gak masuk kantor 2 hari, tapi
libur 2 hari lumayan juga sih biar gak stress hahahah. Dalam keadaan kayak gitu
nyatanya ada duo orang cowok yang bantuin kita ngangkat motor untuk kembali ke
jalan karena tahu sendiri kan motor terperosok. Terima kasih banget dengan
mas-mas yang baik itu, motor kembali ke jalan dicoba nyalakin ternyata bisa
meski lecet sana-sini. Setelah masnya
pergi aku pun menunggangi sepeda motor iis, baru ditunggangi cin la kok gak
nyala, nyoba nenangin diri dibawah pohon deketnya rumah kecil yang kayaknya
ditinggal penghuninya, kita nyoba nyalakin lagi dan pakai persneling tapi
hasilnya “GA NYALA”.


Waktu
sudah menunjukkan pukul 12 siang , lirik sana-sini yang ada cuman pohon liat
kedepan udah pantai tapi kita gak yakin mau ngelanjutin perjalanan meski jarak
tinggal seberapa langkah. Akhirnya kita putuskan untuk nuntun alias dorong
motor sampai ke desa dan tahu gak desa dengan tempat motor kita mogok sekarang
ini jaraknya berapa ? 3 km men dan jalannya naik turun kayak gunung belum lagi
jalan yang rusak tinggal batu gitu tapi apa daya ketimbang tidur disitu jadilah kita jalan.
Alhamdulillah
tiap beberapa meter ada orang yang nolong nyoba nyalakin tapi gak bisa nyala
yasudahlah yang penting masih ada rasa saling tolong menolong diantara kita.
Beratnya hidup ketika dorong motor cuman
berdua dijalan yang sepi untung masih siang, kita juga bisa nikmatin danau
kecil yang kita lewatin tadi lumayan menenangkan jiwa. Tidak sampai disitu
saja, sampai di desa ternyata gak ada bengkel yasudahlah tapi ada rumah pak
aris.

Ayo
siapakah pak Aris ini? Beliau adalah salah satu warga yang direkomendasikan
untuk memperbaiki motor kami. terima kasih banget sama pak aris dibenerin nah
sampai nunggu benernya motor kita mau nolongoin mobil yang bocor tadi waktu mau
kembali ke desa kasian bocor bannya mana dua yang bocor dan orang Surabaya pisan kan kasian.
Waktu ke TKP gak tahunya mobilnya
udah gak ada, syukur kalau gitu berarti udah bisa jalan pikir kita. Aku sama adek
nih miki-mikir 3 km dari sini ada pantai lo yang kita cari, kesana gak?”
tanyaku . kan sayang udah kurang dikit kalau gak kesana finally kita putusin untuk kesana dengan jalan kaki mumpung
masih jam 3 sore. Jalan kami percepat agar balik ke desa gak kesorean kan gila
juga malam-malan jalan ditengah pepohonan dan gak ada lampu jalan cewek pisan
kalau cowok mah gak papa.
Dipikiran
tuh gak ampe mikir udah jalan berapa kilo yang penting jalan kalo tadi nuntun
motor ngabisin 2 jam tapi kita balik jalan cuman setengah jam without motor. Waw amazing nyampai ke pantai tapi ini bukan
pehpulo katanya warga sekitar tapi wedi ombo. Gak papalah meski bukan pehpulo
wedi ombo pun luar biasa indah. Airnya beeeeeuuuuning saking beningnya banyak
orang bawa ember buat cari kerang atau ikan. Pasirnya jangan ditanya dari semua
pantai yang pernah kita kunjungi ini yang paling lembut. Saking lembutnya kita
ceker gak pakai sandal !! lembutnya bak sutra cin. kalau kita gak jalan kaki
pasti bakal lama kita disini.
Indahnya
tuh apalah-apalah kalau kata iis dahlia, gak nyesel kalau kesini dan gratis
kawan masih perawan pantainya bahkan pengunjungnya masih sedikit jadi
bener-bener istimewa.
Salam dari Gadis Desa ^^
Percaya gak kalau jalan-jalan tu
gak perlu memandang hari cerah atapun mendung, libur ataupun nggak karna kita
barusan melakukannya karena keburu kepengen banget.. >.< . tepatnya hari
Rabu sekitar pukul setengah 6 pagi tanpa rencana yang neko-neko kami meluncur
ke pantai Tambak Rejo Kab. Blitar. Cuaca memang lagi mendung, karna itu jam
setengah 6 berasa seperti jam 5an. Dalam perjalanan kami hentikan motor sejenak
tuk membawa bekal dibawa kesana. Kita orang minimalis kalau soal harga jadi gak
mahal-mahallah, cukup gorengan ama onde-onde aja udah ngeganjal perut.

Hampir separuh perjalanan kita
dikejutkan dengan tetesan gerimis yang datang tanpa diundang. Sontak saja kita panik,
mau berteduh bingung juga berteduh dimana karna kita jauh dari pemukiman warga.
Akhirnya kitapun memutuskan untuk maju terus pantang mundur, yahaa.. :v karna
saya penumpang gelap bagian belakang motor jadi bisa leluasa ngelihat
pemandangan perbukitan yang Subhanallah deh. Hampir satu jam perjalanan kesana
dan gerimispun masih mengundang *cielah nyanyi malah.
Pukul setengah 7 kita nyampek dan
gak ketingalan hunting foto dong. Sayang banget yang ditunggu gak muncul karna
mendung dan gerimis tapi tak apalah pemandangan sunrise pun tergantikan sama siluete.
Kalau ada yang nanya ngapain pagi-pagi nekat ke pantai ya dengan enteng aja
kita jawab “buat nambah galau” soalnya suasananya itu pas mendung, angin sepoi
dan masih agak ngantuk jadi pikiran melayang kemana-mana. Ombak disana juga
lebih garang khas pantai selatan, jadi kita putuskan buat ngejauh dari ombaknya.

Pantai Tambak Rejo ini merupakan
pantai yang paling termashur di Bumi Bung Karno. Banyak pengunjung yang datang
kemari apalagi kalau hari libur full pengunjung. Akses jalan menuju pantai
inipun sudah sangat mulus sekali jadi jangan khawatir, selain itu papan
petunjuk arahnya juga terlihat sangat jelas. Ditepian pantai banyak penjual dan
tempat bersantai. Tambakrejo juga berdekatan dengan pantai pasir putih (pantai gondo
mayit) tinggal menyebarang lewat bukit sebelah timur pantai. Tapi kita gak kesana
soalnya lagi pasang dan juga keterbatasan waktu.


Gak terasa ngelamun dan
potret-potret udah setengah jam. Kita putuskan buat pulang. Setiap kita cerita
pengalaman kita ke teman-teman meraka selalu nanya ngapain aja setengah jam di
pantai? kita jawab aja karena kepengen :v . walau singkat waktu kita disana
tapi jangan ragukan kenarsisan kami karna fotonya udah 200an lebih. Sepulang dari
pantai kita langsung mandi dan lanjut kerja yang masuk jam 8 pagi. Hebat sekali
ke pantai pagi sebelum kerja terasa seperti de javu.
“waktu, uang, dan kondisi alam
bukanlah sesuatu yang menghambat kita untuk melakukan sesuatu yang kita
inginkan”. Jadi kalau kalian ingin pergi kesuatu tempat pergi aja, tapi kalau
hujannya deras disertai petir saya sarankan pergi kealam mimpi aja :p. lah jadi
seperti curhat, daripada nglantur sana sani sekian dulu dari saya, semoga bisa
menambah pengetahuan dan referensi wisata kalian. Wassalam ^^